Beberapa hari ini aku teringat kata-kata mbak kosku dulu “jika kita belum lulus dalam suatu ujian, maka Allah akan memberikan ujian yang serupa sapai kita berhasil”.
Aku merenung….
Ku coba mengingat setiap orang yang sempat hadir dalam hari-hariku. Tak perlu waktu lama untuk berfikir aku sudah ada pada kesimpulan “ya, ujian ini hampir sama dengan yang dulu”. Senyum tipis meyimpul. Terimakasih Tuhan, Engkau masih menginginkanku menjadi manusia yang lebih baik.
Meskipun ini bukan hal baru –karena ini sudah yang ketiga kalinya- tapi tetap saja aku masih bingung dalam menghadapinya. Harusnya, karena ini sudah yang ketiga aku harus bisa mengantisipasinya.
Sejak awal aku sudah tahu di depanku ada lubang besar mirip dengan lubang sebelumnya, dimana aku sempat terjatuh disana. Aku tahu itu. aku sadar. Namun, entah ada kekuatan apa, sehingga bisa membutakan mataku dan akhirnya terjatuh juga. Huft,,….
Mungkinkah ini yang dimaksud oleh Tuhan. Berulang kali tak bisa mengantisipasi dan berulang kali terjatuh pada lubang yang sama sehingga kubelum dianggap LULUS.
Dengan senyum,. Ku jalani itu semua. Meski sering merasa sakit, bingung dan lelah tapi inilah yang kusebut TANTANGAN…
Semarang, 22 September 2010
9.44 p.m @ kontrakan